Tekan Inflasi dari Akar! Wali Kota Kupang Buka Pasar Murah Bersubsidi di TDM, Harga Pangan Jadi Sorotan
FHC, Wali Kota Kupang Christian Widodo membuka secara resmi kegiatan pasar murah bersubsidi yang digelar di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Senin (9/3). Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah kota dalam menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, distributor, dan pelaku usaha lokal.
Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa persoalan inflasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka statistik dalam laporan ekonomi daerah. Menurut dia, inflasi menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Inflasi itu bukan hanya angka. Kita bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan gula di dapur masyarakat,” kata Widodo.
Karena itu, pemerintah kota berupaya menghadirkan pasar murah bersubsidi sebagai instrumen stabilisasi harga pangan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
Widodo mengatakan, pemerintah kota menargetkan pasar murah digelar di 27 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang. Tahap awal dimulai di tiga lokasi, termasuk Kelurahan Tuak Daun Merah.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok yang biasanya meningkat pada periode tertentu.
Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib. Masyarakat yang membeli bahan pangan bersubsidi diwajibkan membawa fotokopi KTP dan melakukan pemindaian barcode.
Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran sekaligus mencegah penumpukan pembelian oleh pihak tertentu.
“Sekarang semuanya serba digital. Kalau dunia berubah, kita juga harus menyesuaikan diri,” ujar Widodo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu kenaikan harga di pasar.
“Belanja sesuai kebutuhan saja. Jangan karena takut harga naik lalu membeli terlalu banyak,” katanya.
Kegiatan pasar murah tersebut mendapat sambutan dari warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
