Kenaikan ini didorong oleh indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan dengan indeks harga bayar, yang artinya pendapatan petani dan peternak tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya produksi mereka. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang positif di sektor pertanian, meskipun tantangan tetap ada, seperti harga input produksi yang cenderung fluktuatif.
Sektor Perikanan dan Hortikultura Menghadapi Tantangan
Namun, tidak semua subsektor menunjukkan tren positif. Sektor perikanan mengalami penurunan dengan NTP yang hanya mencapai 93,44, yang menunjukkan adanya tekanan harga yang dihadapi oleh para petani ikan. Begitu pula dengan subsektor hortikultura, yang tercatat memiliki NTP sebesar 98,55, meskipun mengalami sedikit penurunan, sektor ini masih dihadapkan pada tantangan distribusi dan biaya operasional yang cukup tinggi.
Di luar subsektor, angka inflasi juga menjadi perhatian. Terjadi inflasi kecil sebesar 0,01% di daerah perdesaan, yang terutama dipicu oleh kenaikan harga pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau. Meskipun kecil, inflasi ini menggambarkan adanya peningkatan harga yang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama di sektor konsumsi dasar.
