Hasil penelusuran menunjukkan bahwa korban merupakan warga Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Putri diketahui bekerja di Malaysia sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kasus yang kini sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban di kampung halaman, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar mengenai perlindungan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa pekerja migran Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ketenagakerjaan hingga potensi kekerasan yang dapat mengancam keselamatan mereka.

Dalam proses penanganan kasus, otoritas Malaysia dilaporkan menempatkan jenazah korban dan bayinya di dua rumah sakit yang berbeda.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa jenazah Putri Hensy Aprilda saat ini berada di Rumah Sakit Serdang, Selangor. Sementara itu, jenazah bayinya berada di Rumah Sakit Shah Alam.

Pemisahan lokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses identifikasi dan kepentingan penyelidikan forensik yang tengah berlangsung.