Bagi Undana, Maturity Rating tidak dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif atau instrumen penilaian semata. Lebih dari itu, evaluasi tersebut menjadi sarana refleksi institusional untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program, kualitas layanan publik, serta kemampuan organisasi dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

Dalam arahannya, Prof. Paul Gabriel Tamelan menegaskan bahwa tujuan utama dari Maturity Rating adalah mendorong peningkatan kualitas organisasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, capaian yang ingin diraih bukan hanya peningkatan angka atau skor penilaian, melainkan peningkatan nyata dalam kualitas layanan, efektivitas pengelolaan sumber daya, dan kinerja institusi secara keseluruhan.

“Yang diharapkan dari Maturity Rating ini adalah adanya peningkatan performa dari tahun ke tahun. Kita tidak semata-mata mengejar nilai di atas kertas, tetapi membuktikan bahwa universitas terus mengalami kemajuan nyata dalam tata kelola, kualitas layanan, dan pelaksanaan tugas pokoknya,” ujar Prof. Paul.