Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi paradigma pengelolaan perguruan tinggi modern yang menempatkan kualitas tata kelola sebagai fondasi utama dalam mencapai keunggulan institusi.

Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Nusa Tenggara Timur, Undana menyadari bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya terletak pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam membangun sistem manajemen yang efektif, adaptif, dan berbasis akuntabilitas.

Karena itu, penguatan Tim Matrat menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh capaian universitas terdokumentasi secara baik, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rapat koordinasi ini juga menjadi respons terhadap perkembangan kebijakan terbaru dari kementerian yang saat ini sedang melakukan penyempurnaan terhadap pedoman dan formula penilaian Maturity Rating. Kondisi tersebut menyebabkan proses self-assessment atau penilaian mandiri mengalami penyesuaian sementara.

Meski demikian, manajemen Undana memilih untuk tetap bergerak proaktif dengan mempercepat proses inventarisasi data serta pembenahan sistem dokumentasi di seluruh unit kerja.