outlook singkat Uang beredar yang “meledak” tercatat terutama sebagai efek struktural dari kebijakan moneter yang longgar dan aliran dana Pemerintah ke perbankan (termasuk penempatan SAL). Meski likuiditas melimpah, tantangan besar adalah mempercepat transmisi ke kredit riil agar dapat mendorong investasi dan pemulihan permintaan.

Jika koordinasi kebijakan dan insentif penyaluran kredit dijalankan efektif, era likuiditas ini bisa menjadi mesin penggerak pertumbuhan 2026, jika tidak, risiko inflasi dan pemanfaatan likuiditas yang tidak efisien akan meningkat.

Sumber:

  • Siaran pers Bank Indonesia tentang Uang Primer (M0) Adjusted & M2 (Sep–Okt 2025).
  • Laporan media tentang pertumbuhan kredit perbankan Oktober 2025 dan undisbursed loan (Tempo, Antara, dan media ekonomi).
  • Laporan internasional tentang kebijakan suku bunga dan transmisi moneter (Reuters).