Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, Likuiditas Ekonomi Indonesia Menguat pada Mei 2026

FHC, Likuiditas perekonomian Indonesia menunjukkan penguatan pada Mei 2026. Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan April 2026 yang tumbuh 9,2 persen. Dengan pertumbuhan tersebut, total uang beredar mencapai Rp10.415,9 triliun.

Peningkatan likuiditas ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional yang terus bergerak di tengah dinamika perekonomian global. Pertumbuhan uang beredar yang lebih tinggi mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi, konsumsi, investasi, serta penyaluran kredit di dalam negeri.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan M2 pada Mei 2026 terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi. M1 yang mencakup uang kartal yang beredar di masyarakat serta simpanan yang dapat digunakan langsung untuk transaksi, tumbuh sebesar 15,3 persen secara tahunan.