Pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan kredit yang mencapai dua digit menjadi indikator meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Ketika dunia usaha mulai meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas investasi, kebutuhan pembiayaan juga akan meningkat sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Selain didukung oleh penyaluran kredit, pertumbuhan M2 juga dipengaruhi oleh membaiknya posisi aktiva luar negeri bersih (Net Foreign Assets/NFA). Pada Mei 2026, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 5,2 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang tumbuh 3,7 persen.
Peningkatan aktiva luar negeri bersih menunjukkan semakin kuatnya posisi eksternal Indonesia. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya cadangan devisa, arus masuk modal asing, serta membaiknya transaksi keuangan dengan luar negeri yang turut mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Penguatan sektor eksternal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia, terutama ketika berbagai negara masih menghadapi tantangan perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global. Dengan posisi eksternal yang kuat, Indonesia memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
