Ia menambahkan bahwa manajemen risiko harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan hingga tenaga pendukung.
Implementasi sistem tersebut juga diharapkan terintegrasi dalam seluruh tahapan layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.
Maturitas Risiko Sudah Capai Level 4
Kepala Satuan Pengawas Internal Universitas Nusa Cendana, Chaterina Agusta Paulus, mengungkapkan bahwa tingkat maturitas manajemen risiko Undana saat ini telah mencapai Level 4 atau Managed and Measured berdasarkan standar ISO 31000:2018.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa manajemen risiko telah menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis di lingkungan universitas.
Namun demikian, Prof. Chaterina menilai Undana masih perlu memperkuat budaya risiko dan sistem pelaporan yang lebih sistematis untuk mencapai target sebagai World Class University.
“Pedoman Pengelolaan Risiko 2026 ini merupakan instrumen praktis bagi setiap unit kerja sebagai risk owner. Kami ingin manajemen risiko menjadi budaya kerja bersama, bukan sekadar beban administrasi,” tegasnya.
