Rektor Jefri Bale menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan para dosen Teknik Mesin. Menurutnya, keberadaan alat tersebut menjadi solusi sederhana namun efektif dalam membantu proses pengelolaan sampah yang selama ini menghadapi persoalan volume dan keterbatasan ruang penyimpanan.

“Alat ini sangat baik karena membantu mempercepat proses pengolahan sampah. Botol plastik maupun kaleng yang sudah dipres akan lebih mudah ditangani pada proses selanjutnya. Saya berharap alat seperti ini dapat dimiliki oleh setiap fakultas di lingkungan Undana sehingga pengelolaan sampah di kampus menjadi lebih efektif,” ujar Jefri Bale.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah plastik adalah besarnya volume limbah yang menumpuk dalam waktu singkat. Botol plastik dan kaleng minuman yang tidak dipadatkan membutuhkan ruang penyimpanan besar sehingga mempercepat kapasitas tempat penampungan sampah menjadi penuh.

Melalui mesin pengepres tersebut, volume sampah dapat dikurangi secara signifikan sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir atau didistribusikan ke pihak pengelola daur ulang.