Selain meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan, penggunaan alat tersebut juga dinilai dapat menekan biaya operasional pengangkutan sampah karena jumlah muatan yang dapat diangkut dalam satu kali perjalanan menjadi lebih banyak.
Ketua Tim Pengabdian FST, Ir. Rima Nindia Selan, M.T., menjelaskan bahwa pengembangan mesin bottle press dilatarbelakangi oleh kebutuhan nyata di lingkungan kampus yang belum memiliki alat pemadat limbah anorganik secara mandiri.
Menurutnya, tim dosen Teknik Mesin berupaya menghadirkan teknologi sederhana yang mudah dioperasikan namun memiliki manfaat besar bagi pengelolaan sampah.
“Mesin ini kami rancang untuk membantu proses pemadatan limbah botol plastik dan kaleng sehingga volume sampah dapat berkurang secara signifikan. Harapannya, alat ini tidak hanya digunakan di lingkungan Undana tetapi juga dapat direplikasi di masyarakat,” katanya.
Rima menambahkan, unit yang diserahkan kepada rektorat merupakan prototipe awal yang akan menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika dalam membangun budaya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
