Melalui program tersebut, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan semakin memahami pentingnya memisahkan sampah organik, anorganik, residu, dan limbah elektronik sebelum diproses lebih lanjut.

Ke depan, teknologi serupa juga direncanakan akan diterapkan dalam program pengabdian masyarakat di luar kampus, termasuk di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Pihak FST menilai bahwa persoalan sampah plastik bukan hanya menjadi tantangan di kawasan perkotaan, tetapi juga mulai dirasakan di wilayah pedesaan yang mengalami peningkatan konsumsi produk kemasan.

Karena itu, pendekatan berbasis teknologi tepat guna dianggap menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

Langkah Undana tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai ekonomi.

Selain memberikan manfaat lingkungan, keberadaan mesin bottle press juga menjadi bukti kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.