Pada puncak festival, ribuan pengunjung disuguhkan berbagai atraksi budaya khas Timor, termasuk Tarian Likurai yang menjadi simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat setempat. Ratusan penari tampil memukau di tengah hamparan Savana Fulan Fehan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan NTT.

Selain pertunjukan seni budaya, festival juga diramaikan dengan pameran produk kerajinan tangan, kuliner tradisional, serta berbagai ritual adat yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat Belu.

Wakil Bupati Kupang berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional bahkan internasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor usaha mikro, kerajinan, kuliner, dan jasa pariwisata.

“Pemerintah Kabupaten Kupang selalu mendukung setiap upaya pelestarian budaya. Semoga Fulan Fehan terus berkibar, menjadi kebanggaan NTT dan Indonesia,” tutupnya.