Kupang Gaungkan Kebangkitan Musik Lokal di Hari Musik Nasional

Faktahukumntt.com, Kupang – Suara musik menggema di pelataran Lippo Plaza Kupang, mengiringi semangat kebangkitan seni lokal dalam perayaan Hari Musik Nasional. Acara yang penuh energi ini dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menegaskan pentingnya musik sebagai identitas budaya dan penggerak kebahagiaan masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ketua DPD PAPPRI NTT Adriana B. Kalla, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai seniman dan tokoh masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, tetapi cerminan kebahagiaan dan kesejahteraan suatu daerah.

“Seni dan musik adalah jantung kehidupan masyarakat. Kota yang memiliki seni yang hidup adalah kota yang penuh kebahagiaan. Mari kita jadikan musik sebagai bagian dari kebangkitan budaya dan identitas kita,” ujar Wali Kota dengan penuh semangat.

Musik, Kunci Kebahagiaan dan Pemersatu Bangsa

Wali Kota Kupang mengingatkan bahwa musik memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa, baik sebagai alat perjuangan maupun ekspresi sosial.

“Sejak dulu, lagu-lagu seperti ‘Maju Tak Gentar’ dan ‘Indonesia Raya’ menjadi semangat perjuangan bangsa. Begitu pula dengan musik lokal kita, yang harus terus berkembang agar tetap hidup dan dikenal luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa musik tradisional NTT harus terus dipromosikan, bahkan dipadukan dengan unsur modern agar bisa menembus pasar nasional dan internasional.

“Kita memiliki musik daerah yang kaya, seperti Sasando dan tarian tradisional yang indah. Kita harus terus memperkenalkannya, agar NTT tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan budayanya,” tegasnya.

Dukungan Pemkot Kupang untuk Musik dan Seni Lokal

Dalam upaya mendukung pertumbuhan seni dan musik di Kupang, Pemkot Kupang akan mengadakan lebih banyak ruang ekspresi bagi seniman lokal, termasuk:

  • Pentas seni bulanan di pusat kota
  • Pesta rakyat dengan pertunjukan seni tradisional dan modern
  • Revitalisasi pasar seni mingguan sebagai tempat musisi dan seniman lokal menampilkan karya mereka
  • Pelatihan dan workshop musik untuk generasi muda

“Kami ingin menciptakan ekosistem musik dan seni yang kuat di Kupang. Dengan adanya event rutin, para musisi dan seniman bisa berkembang serta mendapatkan apresiasi yang layak,” kata dr. Chris.

Ia juga memberikan apresiasi kepada DPD PAPPRI NTT, yang telah aktif dalam memajukan musik di daerah ini.

“PAPPRI bukan hanya organisasi, tetapi kapal besar yang sudah berlayar di lautan tantangan. Kami akan terus bersama-sama mendukung musik lokal agar semakin maju,” tambahnya.

Musisi Lokal Harus Mendapatkan Tempat yang Layak

Ketua DPD PAPPRI NTT, Adriana B. Kalla, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemkot Kupang terhadap industri musik lokal. Namun, ia juga berharap agar seniman NTT tidak hanya dijadikan pengisi acara pembuka, melainkan diberikan panggung utama sejajar dengan artis nasional.

“Kami memiliki banyak musisi berbakat, tetapi sering kali mereka hanya tampil di awal acara. Kami ingin seniman NTT mendapatkan ruang yang lebih besar untuk bersinar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perlu ada dukungan anggaran dari pemerintah untuk mendorong perkembangan musik lokal secara lebih maksimal.

Menyongsong Masa Depan Musik NTT

Dalam kesempatan ini, diumumkan pula bahwa DPD PAPPRI NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 13 Oktober 2025, guna memilih kepengurusan baru yang akan membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.

“Kami berharap Pemkot Kupang dan DPRD dapat terus mendukung kami, agar musik dan seni NTT semakin dihargai dan dapat bersaing di tingkat nasional,” pungkas Aki Kala.

Selain itu, acara ini juga menjadi momen berharga bagi para pekerja seni dan masyarakat umum, dengan penyerahan santunan kematian, santunan hari tua, dan santunan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT. Ini membuktikan bahwa dunia seni dan musik mendapatkan perhatian serius, tidak hanya dalam aspek kreativitas, tetapi juga dalam kesejahteraan sosial.

Musik dari Hati, untuk Rakyat

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang Christian Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun ekosistem seni dan musik yang kuat di Kota Kupang.

“Musik bukan hanya suara, tetapi jiwa dari sebuah kota. Mari kita bangun Kota Kupang dengan seni dan musik yang menghidupkan kebahagiaan di hati rakyat,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan semangat seniman lokal, Kupang kini siap menjadi kota yang lebih berwarna dengan musik dan seni sebagai identitas kebanggaannya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.