Dalam sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa tantangan kemiskinan tidak hanya diukur dari keterbatasan ekonomi, tetapi juga menyangkut pola pikir dan mentalitas masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu menumbuhkan optimisme, semangat bekerja, dan inovasi di tengah masyarakat desa.
“Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistik. Ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama. Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat dan manfaatkan KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi,” tegas Fauzan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kolaborasi untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, mengapresiasi sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi yang terus memperkuat implementasi KKN Tematik GENTASKIN.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
