Wanggameti di Bawah Tekanan Tambang: Ketika Ruang Hidup Rakyat Dikorbankan atas Nama Ekstraksi

FHC, Aktivitas tambang rakyat yang berlangsung di kawasan Wanggameti, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali membuka luka lama dalam tata kelola sumber daya alam di daerah dengan kerentanan ekologis tinggi.

Bagi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah NTT, persoalan ini jauh melampaui praktik penambangan semata. Yang dipertaruhkan adalah ruang hidup masyarakat, keselamatan ekologi, dan masa depan wilayah penyangga kehidupan yang kian terdesak oleh kepentingan ekstraksi.

Wanggameti merupakan bagian penting dari bentang alam Sumba Timur yang berfungsi sebagai kawasan hulu, penyangga tata air, serta habitat keanekaragaman hayati. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di wilayah dengan curah hujan terbatas dan musim kering yang panjang seperti NTT.

Namun, masuknya aktivitas pertambangan—baik dalam skala kecil maupun berbasis rakyat—telah mengikis fungsi ekologis tersebut secara perlahan namun pasti.wanggameti-di-bawah-tekanan-tambang-ketika-ruang-hidup-rakyat-dikorbankan-atas-nama-ekstraksi

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.