Tour de EnTeTe akan menempuh jalur spektakuler melintasi berbagai pulau di NTT. Etape pertama dimulai dari Kupang menuju Timor Tengah Utara (TTU), dilanjutkan rute Atambua–Malaka, hingga melintasi wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Selanjutnya para pembalap akan dibawa ke Sumba dan Flores, sebelum akhirnya finis megah di Labuan Bajo, destinasi wisata premium Indonesia.
“Total rute mencapai 380 kilometer lebih, dengan tantangan medan yang beragam: pantai, perbukitan, hingga jalur pedalaman. Ini bukan hanya menguji stamina atlet, tapi juga membuka mata dunia terhadap keindahan NTT,” jelas Gubernur.
Tak sekadar balap sepeda, Tour de Entete dirancang sebagai pesta rakyat. Setiap kota yang menjadi titik pemberhentian akan menampilkan pertunjukan budaya, parade seni, dan festival UMKM. Hal ini bertujuan memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut ambil bagian sekaligus merasakan dampak ekonomi dari event internasional ini.
“NTT itu kaya budaya dan produk lokal. Karena itu setiap daerah wajib berkontribusi. Misalnya, ada Kabupaten Kupang yang menyiapkan jamuan makan siang untuk seluruh tim, ada juga Walikota Kupang yang membuat welcoming dinner. Begitu juga di Atambua, Sumba, Flores, hingga Labuan Bajo, semua akan menampilkan keunggulan lokalnya,” ungkap Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
