Kupang, FHNC – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap menorehkan sejarah baru dengan menyelenggarakan Tour de Entete, ajang balap sepeda internasional yang untuk pertama kalinya diinisiasi langsung oleh Pemerintah Provinsi NTT. Sebanyak 13 negara telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam event bergengsi ini yang dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 21 September 2025.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dalam jumpa pers di Gedung Sasando, Jumat (5/9), menegaskan bahwa Tour de EnTeTe bukanlah sekadar lomba balap sepeda, melainkan momentum besar untuk memperkenalkan NTT ke panggung dunia melalui sport tourism.
“Ini adalah event internasional pertama yang benar-benar lahir dari gagasan dan kerja keras Pemerintah Daerah NTT bersama seluruh kabupaten/kota. Bukan event dari pusat yang dipindahkan ke sini, tapi murni karya kita sendiri. Karena itu saya sebut ini sebagai kebanggaan baru rakyat NTT,” tegas Melki Laka Lena.
Peserta dari 13 Negara dan Rute Menantang
Menurut panitia, 13 negara yang siap berlaga berasal dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah, termasuk Prancis, Iran, dan Filipina yang telah lebih dulu tiba untuk melakukan latihan. Mereka akan bersaing dengan tim-tim nasional Indonesia yang juga ikut ambil bagian.
Tour de EnTeTe akan menempuh jalur spektakuler melintasi berbagai pulau di NTT. Etape pertama dimulai dari Kupang menuju Timor Tengah Utara (TTU), dilanjutkan rute Atambua–Malaka, hingga melintasi wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Selanjutnya para pembalap akan dibawa ke Sumba dan Flores, sebelum akhirnya finis megah di Labuan Bajo, destinasi wisata premium Indonesia.
“Total rute mencapai 380 kilometer lebih, dengan tantangan medan yang beragam: pantai, perbukitan, hingga jalur pedalaman. Ini bukan hanya menguji stamina atlet, tapi juga membuka mata dunia terhadap keindahan NTT,” jelas Gubernur.
Tak sekadar balap sepeda, Tour de Entete dirancang sebagai pesta rakyat. Setiap kota yang menjadi titik pemberhentian akan menampilkan pertunjukan budaya, parade seni, dan festival UMKM. Hal ini bertujuan memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut ambil bagian sekaligus merasakan dampak ekonomi dari event internasional ini.
“NTT itu kaya budaya dan produk lokal. Karena itu setiap daerah wajib berkontribusi. Misalnya, ada Kabupaten Kupang yang menyiapkan jamuan makan siang untuk seluruh tim, ada juga Walikota Kupang yang membuat welcoming dinner. Begitu juga di Atambua, Sumba, Flores, hingga Labuan Bajo, semua akan menampilkan keunggulan lokalnya,” ungkap Melki.
Menurutnya, dengan model kolaborasi seperti ini, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tetapi juga bagian dari penyelenggara. “Kita ingin semua merasa memiliki event ini,” tambahnya.
Tour de EnTeTe disebut-sebut menjadi langkah awal NTT untuk serius menggarap potensi sport tourism. Tren ini berkembang pesat di berbagai negara, di mana olahraga dijadikan pintu masuk promosi wisata.
Melki Laka Lena mengungkapkan ide awal lahir saat dirinya melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian di Jakarta. Dari sana, ia menyadari bahwa NTT belum punya event pariwisata berskala internasional yang konsisten.
“Saat itu saya berpikir, mengapa tidak membuat event balap sepeda yang melibatkan lintas pulau di NTT? Karena NTT punya alam yang eksotis dan jalur yang sangat menantang,” katanya.
Ide tersebut kemudian disambut baik oleh para bupati dan walikota se-NTT, serta mendapat dukungan dari sejumlah tokoh olahraga nasional, termasuk mantan wartawan senior Kompas yang berpengalaman mengelola event balap sepeda.
Panitia memastikan seluruh aspek teknis berjalan baik, mulai dari jalur, keamanan, transportasi, hingga akomodasi. Bahkan, sejumlah tim luar negeri sudah melakukan uji coba rute.
“Persiapan sudah 90 persen, tinggal eksekusi di lapangan. Saya optimis Tour de EnTeTe akan berjalan sukses dan menjadi kalender tahunan. Harapan saya, event ini membawa multiplier effect, baik bagi pariwisata, UMKM, maupun citra NTT di mata dunia,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda, sekolah, hingga komunitas olahraga lokal juga menjadi fokus utama.
“Ini bukan hanya soal balap sepeda, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak muda kita untuk mencintai olahraga, budaya, dan tanah air,” tandasnya.
Bagi NTT, Tour de EnTeTe bukan sekadar lomba olahraga, tetapi momentum kebangkitan. Dengan masuknya atlet-atlet internasional dan sorotan media global, NTT diprediksi akan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Indonesia.
“Ini kebanggaan kita bersama. Dari Kupang hingga Labuan Bajo, dunia akan menyaksikan NTT. Saya yakin event ini akan meninggalkan legacy jangka panjang, bukan hanya untuk pariwisata, tapi juga kepercayaan diri rakyat NTT bahwa kita bisa membuat event kelas dunia,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
