FK-Stadio Olimpico dipenuhi emosi dan rasa haru tadi malam ketika para suporter AS Roma memberikan penghormatan khusus untuk Claudio Ranieri dalam laga kandang terakhirnya sebagai pelatih. Ranieri, yang kembali ke Roma setelah keluar dari masa pensiun, berhasil membalikkan nasib klub masa kecilnya yang saat itu berada di ambang zona degradasi.

Dengan pengalaman dan kecintaannya terhadap Giallorossi, Ranieri membawa AS Roma melaju dalam 18 pertandingan tanpa kekalahan. Hasil luar biasa ini membuat Roma kini masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Meski hasilnya luar biasa, Ranieri telah menegaskan sejak awal bahwa ia hanya akan menjabat sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Mulai musim depan, pria berusia 73 tahun ini akan beralih ke peran manajemen untuk membantu klub memilih pelatih baru yang tepat bagi masa depan Roma.

Momen perpisahan di Olimpico pun dipenuhi chant, spanduk, dan air mata, sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa Ranieri. Ia bukan hanya pelatih sementara—bagi Roma dan para tifosi, Ranieri adalah simbol cinta sejati kepada klub.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.