Data Makro 2025: NTT Melaju, Namun Stunting dan Kemiskinan Belum Tertaklukkan
Oleh: Yoseph Bataona (Sekretaris SMSI NTT)
FHC – Data makro ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 menyuguhkan dua wajah pembangunan yang kontras. Di satu sisi, indikator agregat menunjukkan arah yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,88 persen (year on year), inflasi terkendali pada level 2,40 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat sekitar 0,75 poin hingga akhir tahun. Stabilitas ini menandakan adanya kemajuan dalam pengelolaan ekonomi daerah dan efektivitas kebijakan makro.
Namun, di sisi lain, kemiskinan masih bertahan di angka 18,6 persen, sementara prevalensi stunting berada pada 20,5 persen. Angka-angka ini bukan sekadar statistik sosial, melainkan cerminan nyata dari kualitas hidup jutaan warga. Di sinilah paradoks pembangunan NTT terlihat jelas: ekonomi melaju, tetapi problem dasar kesejahteraan belum sepenuhnya tertaklukkan.
Dalam teori pembangunan klasik, pertumbuhan ekonomi sering diposisikan sebagai mesin utama peningkatan kesejahteraan. Namun, pengalaman banyak daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan bersifat perlu, tetapi tidak cukup. Tanpa desain kebijakan yang inklusif, pertumbuhan dapat berjalan berdampingan dengan kemiskinan yang stagnan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
