Dikawal F-16 Yordania, Apa Makna Politik di Balik Kehormatan untuk Prabowo?

FHC, Ketika dua jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Yordania mengawal pesawat kepresidenan RI memasuki wilayah udara Hashemite Kingdom, dunia bukan hanya menyaksikan ritual kenegaraan, tetapi sebuah performance diplomacy penuh simbolisme. Momen itu terjadi pada Selasa malam, 24 Februari 2026, saat Presiden Prabowo Subianto tiba untuk kunjungan kerja di Yordania, disambut dengan kehormatan militer tinggi yang jarang terlihat dalam hubungan Indonesia–Yordania.

Secara protokoler, pengawalan udara oleh jet tempur memang bisa dipandang sebagai standar penghormatan untuk kepala negara bersahabat. Namun formasi presisi, sapaan radio dari pilot F-16 yang menyampaikan “Ramadan Mubarak”, dan penerimaan hangat Putra Mahkota Al Hussein bin Abdullah II menggambarkan lebih dari sekadar courtesy call. Ini adalah performance diplomacy yang sengaja dipentaskan di tengah peta geopolitik yang sedang bergolak.

1. Ritual Diplomasi dalam Balutan Militer

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.