Mengapa Situationship Lebih Menyakitkan dari Putus Cinta? Psikolog Ungkap Penyebabnya
FHC, Patah hati biasanya identik dengan berakhirnya hubungan yang telah terjalin lama dan memiliki status yang jelas. Namun, tidak sedikit orang justru merasakan luka emosional yang jauh lebih dalam setelah mengakhiri situationship atau hubungan tanpa kepastian status.
Fenomena ini kerap membingungkan. Bagaimana mungkin hubungan yang berlangsung singkat dan bahkan tidak pernah resmi dapat meninggalkan kesedihan yang begitu besar?
Menurut para psikolog, rasa kehilangan dalam situationship bukanlah sesuatu yang berlebihan atau dibuat-buat. Sebaliknya, ada mekanisme psikologis yang membuat hubungan semacam ini justru lebih sulit dilupakan dibandingkan hubungan yang memiliki komitmen yang jelas.
Terapis Naomi Bernstein, PsyD, menjelaskan bahwa fase pendekatan yang penuh ketidakpastian menciptakan pola emosi yang naik turun secara ekstrem. Pada satu waktu seseorang dapat menerima perhatian, kasih sayang, dan kedekatan yang intens, namun di waktu lain harus menghadapi jarak, kebingungan, dan sinyal yang tidak konsisten.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
