“Capaian 100 ribu anggota ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari semangat pengabdian, gotong royong, serta komitmen bersama dalam membangun desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan desa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, penguatan ketahanan sosial, serta pemerataan pembangunan. Dalam beberapa tahun terakhir, desa menjadi ujung tombak berbagai program strategis pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan ekonomi lokal, hingga pencegahan stunting.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, S.E., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BPD. Menurutnya, tantangan tata kelola pemerintahan desa yang semakin dinamis membutuhkan aparatur dan anggota BPD yang memiliki kompetensi memadai dalam memahami regulasi, perencanaan pembangunan, pengawasan anggaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
