Penelitian di sejumlah pusat pengasuhan anak di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen anak bersedia mengonsumsi sayuran ketika makanan tersebut ditawarkan saat sarapan.
Cara lain yang disarankan adalah meningkatkan porsi sayuran dalam menu harian secara bertahap. Orangtua dapat menambahkan sayuran ke dalam berbagai hidangan tanpa mengubah cita rasa secara drastis.
Misalnya dengan mencampurkan wortel, bayam, atau zucchini yang diparut ke dalam saus, sup, maupun makanan favorit anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan porsi buah dan sayur hingga 50 persen dalam satu hidangan dapat mendorong anak mengonsumsi lebih banyak sayuran tanpa merasa dipaksa.
Selain rasa, tampilan makanan juga berperan penting dalam menarik minat anak. Para peneliti menemukan bahwa anak lebih tertarik mencoba makanan yang disajikan secara kreatif dan menarik secara visual.
Memotong sayuran menjadi bentuk bunga, kupu-kupu, bintang, atau karakter lucu dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk mencicipinya. Sayuran yang diletakkan di tempat yang mudah terlihat dan dijangkau juga lebih sering dipilih sebagai camilan sehat.
