JAKARTA, FaktahukumNTT.com – Banjir bandang melanda dua desa di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Jumat (24/11).

Hujan intensitas tinggi yang mengguyur puncak gunung dalam durasi cukup lama menjadi pemicu peristiwa tersebut.

Desa Tajuk dan Desa Batur terdampak, dengan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mencatat kerugian materil sekitar 800 juta rupiah.

IMG 20231202 WA0070 e1701526161663
Tim BPBD Kabupaten Semarang berupaya memindahkan bongkahan batu material pascabanjir bandang yang mengakibatkan terputusnya akses jalan penghubung Desa Tajuk dan Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada Minggu (26/11).
Sumber foto: BPBD Kab. Semarang

Kerugian Materil dan Upaya PenanggulanganMeskipun tidak ada korban jiwa, banjir membawa material lumpur, bebatuan besar, serta potongan batang dan ranting pohon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyatakan bahwa pembersihan dan perbaikan akses jalan masih terus dilakukan oleh tim gabungan dan warga setempat.

Upaya melibatkan eskavator dan kolaborasi dengan komunitas Jeep 4×4 untuk mengatasi kerusakan.

Dampak Karhutla dan AsesmenAlexander menjelaskan bahwa banjir bandang tidak hanya disebabkan oleh hujan intensitas tinggi.

Faktor lain, seperti hilangnya vegetasi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Oktober 2023, turut mempengaruhi. Asesmen BPBD dan perhutani mencatat bahwa 500 hektar vegetasi rusak, menyebabkan lereng Gunung Merbabu kehilangan kemampuan menyerap air hujan.

Pembelajaran dan Mitigasi Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi daerah yang sering dilanda karhutla di pegunungan.

BPBD Kabupaten Semarang mengajak forkopimda dan masyarakat untuk melakukan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

Langkah jangka pendek mencakup normalisasi jalur air, sementara jangka panjang melibatkan reboisasi wilayah rawan bencana.

Kondisi Cuaca dan Peringatan BMKGSebagai tambahan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada periode 25 November hingga 1 Desember 2023, kedua provinsi berpotensi mengalami hujan sedang-lebat.

Upaya Bergerak BersamaBPBD Kabupaten Semarang bersama Taman Nasional Gunung Merbabu merencanakan perbaikan vegetasi melalui reboisasi untuk mitigasi jangka panjang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya kolaborasi dan kesadaran akan bencana melalui tagar #SiapUntukSelamat dan #KitaJagaAlamJagaKita.

Informasi dan KontakUntuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Facebook: @InfoBencanaBNPBTwitter: @BNPB_IndonesiaInstagram: @bnpb_indonesiaYoutube: BNPB IndonesiaAkhir Informasi

#SiapUntukSelamat #KitaJagaAlamJagaKita #BudayaSadarBencana #ResiliensiBerkelanjutan

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.