Bank Indonesia dan Undana Buka Pendanaan Riset Mahasiswa, 75 Proposal Terbaik Berpeluang Dibiayai
Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan 2026 menjadi peluang bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 Undana untuk menyelesaikan tugas akhir sekaligus menghadirkan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan ekonomi nasional dan NTT.
FHC, Upaya memperkuat budaya riset di perguruan tinggi kembali mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI). Bersama Universitas Nusa Cendana (Undana), bank sentral membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pendanaan penelitian melalui Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia Tahun 2026.
Program ini menyasar mahasiswa aktif jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) yang tengah menyusun tugas akhir, tesis, maupun disertasi. Selain menjadi stimulus finansial bagi mahasiswa, program tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi dan pengambilan kebijakan nasional.
Di tengah meningkatnya kebutuhan riset berbasis data dan bukti ilmiah, kemitraan antara dunia akademik dan lembaga negara seperti Bank Indonesia dinilai semakin penting. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai laboratorium gagasan yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang berkembang.
Melalui program ini, Bank Indonesia membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian pada berbagai bidang strategis. Topik yang dapat diajukan tidak terbatas pada isu kebanksentralan konvensional seperti kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan makroprudensial, tetapi juga mencakup sistem pembayaran digital, ekonomi hijau, ekonomi syariah, sektor riil, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
Pendekatan multidisiplin tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi modern tidak lagi dapat dipisahkan dari aspek hukum, pemerintahan, komunikasi, teknologi informasi, hingga dinamika sosial masyarakat.
Di lingkungan Undana, program ini mendapat respons positif karena memberikan peluang yang luas bagi mahasiswa dari berbagai fakultas untuk berkompetisi memperoleh pendanaan riset.
Tahun ini, Bank Indonesia menyediakan kuota sebanyak 75 proposal penelitian yang akan diseleksi secara kompetitif. Untuk memastikan pemerataan kesempatan, Undana telah mendistribusikan kuota tersebut ke sejumlah fakultas dan program studi berdasarkan bidang keilmuan yang relevan.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis memperoleh porsi terbesar melalui Program Studi Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Manajemen. Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mendapat alokasi untuk Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Matematika.
Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, hingga Fakultas Sains dan Teknologi juga memperoleh kesempatan yang sama untuk mengirimkan proposal terbaik mereka.
Distribusi kuota tersebut mencerminkan komitmen Bank Indonesia dan Undana dalam mendorong lahirnya penelitian lintas disiplin yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Dari sisi persyaratan, program ini menetapkan standar akademik yang cukup ketat. Mahasiswa yang ingin mendaftar wajib memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25. Selain itu, peserta tidak boleh berstatus pegawai Bank Indonesia maupun sedang menerima bantuan penelitian serupa dari lembaga lain.
Setiap proposal juga harus didukung surat rekomendasi resmi dari program studi atau fakultas sebagai bentuk validasi akademik terhadap kualitas penelitian yang diajukan.
Mekanisme pendaftaran dilakukan melalui dua jalur sekaligus. Selain mengunggah dokumen secara daring melalui sistem yang telah disediakan, peserta juga diwajibkan menyerahkan berkas fisik ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat Undana.
Setelah melalui proses seleksi administrasi di tingkat universitas, proposal yang memenuhi syarat akan dikirimkan kepada Bank Indonesia untuk menjalani tahapan evaluasi substansi oleh tim reviewer. Pada tahap inilah kualitas ide penelitian, relevansi topik, metodologi, serta potensi kontribusi terhadap kebijakan publik menjadi faktor penentu utama.
Lebih dari sekadar bantuan biaya penelitian, program ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat ekosistem riset di Nusa Tenggara Timur. Selama ini, tidak sedikit mahasiswa yang menghadapi kendala dalam menyelesaikan tugas akhir akibat keterbatasan biaya untuk pengumpulan data, perjalanan lapangan, maupun kebutuhan penelitian lainnya.
Melalui dukungan pendanaan dari Bank Indonesia, hambatan tersebut diharapkan dapat diminimalkan sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan kualitas penelitian yang lebih baik.
Di sisi lain, program ini juga membuka peluang bagi hasil penelitian mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam proses perumusan kebijakan. Temuan-temuan yang dihasilkan tidak lagi berhenti sebagai dokumen akademik yang tersimpan di perpustakaan, tetapi berpotensi menjadi referensi bagi pengambilan keputusan di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan daerah.
Bagi Undana, kolaborasi dengan Bank Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi riset dan meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan inovatif yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Melalui Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan 2026, mahasiswa Undana memperoleh kesempatan untuk membuktikan bahwa riset akademik memiliki peran strategis dalam memperkuat stabilitas ekonomi, mendorong inovasi kebijakan, dan mempercepat pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia secara keseluruhan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
