BI juga menggarisbawahi bahwa petani dan pelaku UMKM harus mampu memenuhi standar pasar premium dunia—mulai dari sertifikasi organik, eco-friendly packaging, hingga traceability untuk memastikan produk dapat ditelusuri asal-usulnya. Dukungan teknologi digital juga diperkuat untuk memperluas akses marketplace internasional.

Dalam dua tahun terakhir, BI gencar membawa UMKM binaan ke berbagai ajang pameran internasional seperti Dubai Expo, Osaka International Fair, hingga World Coffee Conference. Panggung global ini bukan sekadar ruang promosi, tetapi juga wadah untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan importir dan pedagang besar internasional.

Hasilnya cukup signifikan. Banyak pelaku usaha kopi dan teh berhasil menembus pasar Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan lokal kini dihadirkan di rak supermarket internasional dengan nilai kontrak yang lebih kompetitif.

Keikutsertaan BI dalam forum global turut mendorong narasi bahwa kopi dan teh Indonesia memiliki karakteristik unik—baik dari sisi rasa, aroma, maupun cerita budaya yang melekat pada proses produksinya. Narasi ini terbukti efektif menarik minat pembeli mancanegara yang kini lebih menghargai produk dengan nilai cerita (storytelling value).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.