Belajar dari Alam, LLKK Undana Hadirkan Pengalaman Edukasi Nyata bagi Siswa Stella Gracia Kupang

FHC, Komitmen Universitas Nusa Cendana dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kondisi lokal terus diwujudkan melalui inovasi pembelajaran berbasis praktik. Salah satunya tampak dalam pengembangan Laboratorium Lahan Kering Kepulauan sebagai ruang edukasi terbuka yang tidak hanya melayani kebutuhan riset akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi pelajar.

Pada Kamis (30/4/2026), LLKK Undana menerima kunjungan edukatif dari SMP Stella Gracia Kupang. Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan field trip yang dirancang untuk memperkenalkan secara langsung ekosistem pertanian dan peternakan khas Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pada wilayah lahan kering.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran kolaboratif antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, sekaligus menunjukkan peran strategis Undana dalam memperluas akses edukasi berbasis lingkungan.belajar-dari-alam-llkk-undana-hadirkan-pengalaman-edukasi-nyata-bagi-siswa-stella-gracia-kupang

Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional di dalam kelas, kegiatan di LLKK Undana memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami konsep-konsep ilmiah secara aplikatif. Para siswa diajak mengamati berbagai sistem pengelolaan lahan kering yang telah dikembangkan secara terintegrasi.

Mulai dari teknik pembibitan, sistem pengairan sederhana, penggunaan pupuk organik, hingga pengelolaan pakan ternak dan budidaya perikanan menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan.

Interaksi langsung dengan objek pembelajaran memungkinkan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat implementasinya dalam konteks nyata.belajar-dari-alam-llkk-undana-hadirkan-pengalaman-edukasi-nyata-bagi-siswa-stella-gracia-kupang

Guru pendamping dari SMP Stella Gracia Kupang, Stela Olang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin sekolah dalam memperkaya pengalaman belajar siswa.

“Kami memilih LLKK Undana karena pengelolaannya sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Di sini mereka bisa belajar langsung dari alam dan memahami bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) seperti ini mampu meningkatkan daya serap siswa sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap potensi lingkungan sekitar.

LLKK Undana sebagai Laboratorium Hidup
Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan laboratorium sebagai pusat edukasi publik merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa lahan kering merupakan identitas utama Undana yang harus dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk edukasi masyarakat luas.

“Lahan kering adalah karakter sekaligus kekuatan Undana. Karena itu, kami mengembangkan LLKK bukan hanya sebagai tempat penelitian, tetapi juga sebagai laboratorium hidup yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan masyarakat,” jelas Nixon.

Konsep “laboratorium hidup” ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara dinamis, interaktif, dan kontekstual. Siswa dapat melihat langsung bagaimana teknologi pertanian diterapkan untuk mengatasi tantangan lingkungan, termasuk keterbatasan air dan kondisi tanah yang kering.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dengan tenaga teknis, mengajukan pertanyaan, serta mencoba memahami berbagai proses produksi di sektor pertanian dan peternakan.
Mendorong Kolaborasi dan Edukasi Berkelanjutan

Melihat tingginya minat dari berbagai lembaga pendidikan, Undana melalui UPT LLKK terus memperkuat langkah strategis untuk memperluas jangkauan program edukasi. Salah satunya melalui inisiasi kerja sama formal dengan sekolah-sekolah di Kota Kupang.

Program kerja sama ini akan diformalkan dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dengan tujuan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terstruktur, terjadwal, dan berkelanjutan.

Selain menerima kunjungan, Undana juga tengah mengembangkan program “Undana Goes to School” yang akan membawa edukasi tentang teknologi lahan kering langsung ke sekolah-sekolah. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pertanian, peternakan, hingga potensi pengembangan pariwisata berbasis lingkungan (ecotourism).

Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya lokal kepada generasi muda sejak dini.
Membangun Generasi Adaptif dan Peduli Lingkungan

Melalui pendekatan pembelajaran luar ruang, Undana tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan karakter siswa. Pemahaman tentang pengelolaan lahan kering menjadi penting, mengingat kondisi geografis NTT yang didominasi oleh wilayah dengan keterbatasan sumber daya air.

Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang nyata, Undana berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ke depan, LLKK Undana diharapkan terus berkembang sebagai pusat edukasi unggulan yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran Undana sebagai pionir pengembangan sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.