Faktahukumntt.com, Takari –  Bencana tanah longsor kembali mengguncang Kelurahan Takari, Kabupaten Kupang, pada Sabtu malam (1/3/2025) pukul 23.00 WITA. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan besar, dengan 9 rumah tertimbun tanah dan 26 rumah lainnya terancam. Sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) dengan total 151 jiwa terpaksa mengungsi, termasuk lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Menanggapi musibah ini, Bupati Kupang Yosef Lede didampingi Kepala Dinas Sosial Paul Liu, Kepala Pelaksana BPBD Semmy Tinenti, Anggota DPRD Habel Mbate, serta jajaran camat dan lurah mengunjungi lokasi bencana pada Selasa (4/3/2025) sore.

Dalam kunjungannya, Bupati Yos Lede menegaskan bahwa kesehatan para korban, terutama anak-anak, harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana.

“Saya tidak boleh dengar ada anak-anak korban bencana yang sakit. Berikan pelayanan maksimal buat para korban. Pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi!” tegas Yos Lede di depan para petugas yang dikerahkan ke lokasi.

Respons Cepat Pemkab Kupang

Pemerintah Kabupaten Kupang langsung bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, bantuan telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan BPBD. Para korban sementara mengungsi di Aula Sobe Sonbai III Kecamatan Takari, dengan fasilitas yang mencakup air bersih, dapur umum, MCK, serta peralatan mandi dan kebutuhan dasar lainnya.

Meri Mojo, Tenaga Kerja Sosial Kemensos RI Kecamatan Takari, yang pertama kali dihubungi korban saat kejadian, mengungkapkan bahwa ini adalah longsor terbesar sejak tahun 2022.

“Begitu menyedihkan saat korban lansia dan disabilitas dievakuasi, mereka tidak bisa bergerak. Saat ini masih ada pergerakan tanah, jadi evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Meri.

Selain bantuan logistik, Pemkab Kupang juga menyiapkan solusi jangka panjang. Bupati Yos Lede memastikan bahwa bagi warga yang memiliki lahan, akan dibantu pembangunan hunian baru. Sementara bagi yang belum memiliki lahan, pemerintah akan mencari solusi agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang aman.

Koordinasi Lintas Pihak untuk Pemulihan

Camat dan Lurah Takari diminta segera melakukan pendataan rinci terhadap korban terdampak. DPRD Habel Mbate juga terlibat dalam mengawal aspirasi warga agar bantuan dan relokasi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Apa yang menjadi kekurangan di tempat pengungsian, bisa disampaikan melalui DPRD agar diteruskan ke lurah, camat, dan OPD terkait,” tambah Bupati Yos Lede.

Meskipun bantuan telah disalurkan, kondisi di lokasi masih belum sepenuhnya aman. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan, mengingat pergerakan tanah masih terasa.

Bencana tanah longsor di Takari menjadi ujian berat bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kupang. Namun, dengan koordinasi cepat dan komitmen dari berbagai pihak, upaya pemulihan terus berjalan.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Warga Takari butuh uluran tangan kita semua,” pungkas Yos Lede, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu korban bencana.