Kupang, FHNC – Civic Center Oelamasi malam itu dipenuhi riuh rendah kegembiraan. Lampu-lampu warna-warni memantul di wajah warga yang penuh antusias, sementara suara musik Band Media Kita dan paduan suara Gita Melody mengalun, menghidupkan momen penutupan Expo Pembangunan dan UMKM Kabupaten Kupang Tahun 2025. Pesta kembang api menambah semarak suasana, menandai berakhirnya sepuluh hari penuh kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi menutup Expo yang berlangsung selama sepuluh hari ini. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kegiatan perdana berskala besar ini berjalan lancar dan sukses.
“Expo ini bukan sekadar pameran produk, tetapi menjadi ruang kebersamaan, bukti persatuan yang mesti terus dijaga dan dipelihara. Saya berharap perayaan HUT RI 2026 bisa lebih meriah lagi dengan konsep yang lebih menarik,” ujar Yosef Lede.
Sepuluh hari sejak pembukaan, Civic Center selalu dipadati pengunjung. Bagi Bupati, ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kolaborasi mampu menghadirkan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.
“Ada perputaran ekonomi, ada peningkatan aktivitas UMKM, dan ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, semua bisa tercapai,” katanya.
Berbagai lomba dan atraksi juga digelar untuk memeriahkan Expo dan HUT RI ke-80, mulai dari pacuan kuda, futsal, bola voli, catur, panjat pinang, tarik tambang, hingga sayembara patung Kristus.
Hadiah yang disediakan beragam, mulai dari perabot rumah tangga, dua ekor sapi, hingga hadiah utama satu unit sepeda motor. Semua ini menambah antusiasme warga dan memperkuat semangat persatuan.
Sejarah Mencatat Bupati Yosef Lede Bersama Rakyat
Momen penutupan Expo juga bertepatan dengan langkah bersejarah: penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Pelepasan Hak atas Tanah calon ibu kota DOB Amfoang.
Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa perjuangan pemekaran daerah ini sudah dimulai sejak ia menjabat Ketua DPRD Kabupaten Kupang.
“Perjuangan ini tidak berhenti di sini. Ada banyak harapan yang disampaikan seluruh masyarakat Amfoang. Kita akan terus berjuang bersama, dan apabila suatu saat moratorium dicabut, saya yakin Amfoang akan menjadi daerah otonomi baru,” ungkapnya.
Penyerahan tanah ini tidak hanya simbolik, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, menegaskan bahwa pembangunan sejati harus dimulai dari kesatuan dan dukungan rakyat.
Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari partisipasi dalam berbagai lomba dan kegiatan. Hadir pula penyerahan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Bank NTT Oelamasi kepada lima perwakilan penerima dari 5.342 pekerja rentan, menambah dimensi sosial dan ekonomi pada Expo ini.
Bupati Yosef Lede memuji kerja keras panitia yang dipimpin Teldi Sanam, yang berhasil mengkoordinasikan seluruh kegiatan dengan sempurna. “Kekompakan, kebersamaan, dan kerja sama yang baik membuat Expo ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ajang persatuan masyarakat Kabupaten Kupang,” tuturnya.
Puncak kemeriahan malam itu ditutup dengan pesta kembang api yang berlangsung kurang lebih 20 menit. Warna-warni cahaya menari di langit Oelamasi, seakan menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kupang.
Suara tawa, sorak sorai, dan tepuk tangan menyatu dalam harmoni, menegaskan satu pesan kuat: bersama rakyat, pemerintah mampu mencatat sejarah dan menghadirkan masa depan yang lebih cerah.
Expo Pembangunan dan UMKM 2025 bukan sekadar pameran. Ia adalah cerminan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat Kupang. Dari kegiatan lomba, penyerahan bantuan, hingga penandatanganan tanah calon ibu kota DOB Amfoang, semua menegaskan satu hal: pembangunan yang sukses lahir dari persatuan dan kerja sama.
“Ini baru permulaan. Mari kita terus bergandengan tangan dengan kasih, bekerja bersama, dan mewujudkan visi Kupang Emas,” tutup Bupati Yosef Lede, disambut tepuk tangan ribuan warga yang hadir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
