Ketua panitia menjelaskan bahwa retret ini lahir dari kesadaran bahwa anak-anak bukan hanya anugerah bagi keluarga dan gereja, tetapi juga merupakan masa depan bangsa dan gereja yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk bertumbuh, mengenal dirinya, memahami nilai dirinya di hadapan Tuhan, sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Dalam pelayanan gereja, anak, remaja, dan taruna merupakan ladang misi yang sangat strategis. Mereka adalah generasi penerus gereja yang akan melanjutkan pelayanan dan kesaksian iman di masa mendatang. Karena itu, pertumbuhan iman, kasih, sukacita, dan kecerdasan perlu ditanamkan secara seimbang.
Retret menjadi salah satu sarana efektif karena memungkinkan peserta belajar dalam suasana yang berbeda. Tidak hanya mendengar materi di dalam ruangan, anak-anak juga diajak berinteraksi, bermain, bereksplorasi, serta membangun relasi yang sehat dengan teman sebaya dan para pelayan.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk mengembangkan karakter positif seperti kejujuran, kerja sama, kepedulian, dan semangat saling menolong. Selain itu, retret juga bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antara anak-anak dengan para pelayan PART sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih dekat, personal, dan menyentuh kebutuhan mereka secara nyata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
