Alarm Krisis Iklim di NTT: Perspektif Feminis Menggugat Ketidakadilan Ekologis dalam Pembangunan dan Transisi Energi
FHC, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pembangunan, kebijakan lingkungan, dan masa depan ruang hidup masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global, berbagai organisasi masyarakat sipil menilai bahwa persoalan yang dihadapi NTT tidak lagi semata-mata berkaitan dengan degradasi lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang menyentuh aspek keadilan sosial, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender.
Atas dasar itulah Solidaritas Perempuan Flobamoratas menyelenggarakan webinar bertajuk “Alarm Krisis Iklim: Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT” pada Sabtu (7/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga aktivis perempuan yang selama ini terlibat dalam advokasi lingkungan dan hak-hak perempuan di NTT, yakni Magdalena Eda Tukan dari Koalisi Kopi, Horiana Yolanda dari WALHI NTT, serta Linda Tagie dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
