Pada 20 Januari 2026, nilai tukar Rupiah tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53% dibandingkan akhir Desember 2025. Pelemahan ini terutama dipicu oleh aliran keluar modal asing dan meningkatnya permintaan valas domestik seiring aktivitas ekonomi.
Ke depan, Bank Indonesia tetap mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut, sejalan dengan prakiraan inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran. Sejak September 2024 hingga akhir 2025, BI-Rate telah turun 150 basis poin, menjadikannya level terendah sejak 2022.
Untuk memperkuat transmisi pelonggaran kebijakan, BI mengoptimalkan operasi moneter pro-market, antara lain melalui:
- pengelolaan struktur suku bunga instrumen moneter,
- optimalisasi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan
- penguatan daya tarik imbal hasil SBN.
- Dorong Kredit dan Sektor Riil
Di sisi makroprudensial, kebijakan BI tetap bersifat pro-growth, terutama melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga awal Januari 2026, total insentif KLM telah mencapai Rp397,9 triliun, dengan penyaluran terbesar ke bank BUMN dan BUSN.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
