BI Waspadai Tekanan Global, Optimalkan Bauran Kebijakan Jaga Stabilitas Rupiah

FHC, Bank Indonesia (BI) terus mencermati dinamika perekonomian global dan domestik yang berimplikasi terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, otoritas moneter menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas Rupiah dan ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Dalam perkembangan pasar keuangan pada periode 19–23 Januari 2026, Rupiah bergerak fluktuatif seiring perubahan sentimen global. Pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026), Rupiah ditutup pada level Rp16.880 per dolar AS (bid). Sementara itu, pada pagi hari Jumat (23/1/2026), Rupiah dibuka menguat terbatas di level Rp16.850 per dolar AS (bid), mencerminkan respons pasar yang masih berhati-hati terhadap arah kebijakan global.

Pergerakan Rupiah terjadi di tengah dinamika pasar obligasi global dan domestik. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik ke 6,32% pada 22 Januari 2026 dan relatif stabil di 6,33% pada pembukaan perdagangan 23 Januari 2026. Kenaikan yield tersebut mencerminkan penyesuaian pasar terhadap perkembangan suku bunga global serta persepsi risiko investor.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.