Pertemuan Bupati Kupang dengan Wakil Menteri PU bisa jadi catatan diplomasi pembangunan yang patut dicermati. Ia menunjukan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar urusan beton dan aspal, tetapi agenda politik dan ekonomi besar yang harus diselaraskan antara pusat dan daerah.
Di akhir perjalanan, realisasi dari gagasan—jalan yang rusak menjadi mulus, jembatan yang rapuh menjadi aman, dan pasar tradisional yang bangkit menjadi ruang ekonomi baru—adalah jawaban bagi masyarakat NTT yang menunggu lama untuk melihat wilayahnya bergerak maju, bukan sekadar dikelilingi janji. Inilah tantangan sesungguhnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
