Menurut Yosef Lede, Kaum Bapak sejatinya adalah motor penggerak utama, baik dalam struktur keluarga maupun dalam kehidupan bergereja. Maka, dibutuhkan kreativitas dan pendekatan yang membumi agar kelompok ini dapat lebih aktif, seperti halnya kaum ibu, pemuda, dan anak-anak yang selama ini cukup menonjol dalam aktivitas gerejawi.
“Kreativitas adalah kunci. Duduk bersama, cerita, berbagi keluh kesah, itu cara sederhana tapi ampuh untuk mengikat persatuan,” tambah Lede.
Sementara itu, Bendahara Sinode GMIT, Penatua Yefta Sanam, yang hadir mewakili Ketua Sinode, memperkuat pesan yang disampaikan Bupati. Ia menyampaikan bahwa Kaum Bapak memiliki tanggung jawab penting sesuai Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (HKUP) GMIT. Fokus utama saat ini adalah pada sektor pendidikan dan ekonomi jemaat.
“Sekolah-sekolah GMIT tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Kaum Bapak harus ambil bagian. Begitu pula dalam membangkitkan ekonomi keluarga jemaat, ini adalah bagian dari tanggung jawab pelayanan,” ujar Yefta Sanam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
