Dari Ladang ke Pasar: Dasa Cita 1 Dorong Transformasi Ekonomi Desa NTT

Oleh: Yoseph Bataona (Sekretaris SMSI NTT)

FHC – Pembangunan desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama bertahun-tahun kerap terjebak dalam paradoks klasik: desa menjadi sumber produksi utama, tetapi nilai tambah justru dinikmati di luar desa. Hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dijual dalam bentuk mentah, dengan harga rendah dan daya tawar lemah. Pola ini tidak hanya membatasi pendapatan rumah tangga desa, tetapi juga memperpanjang lingkaran kemiskinan struktural.

Dalam konteks itulah Dasa Cita 1: Dari Ladang dan Laut ke Pasar, Efisien, Modern, dan Aman memperoleh relevansinya. Program ini tidak sekadar menawarkan daftar kegiatan, melainkan mencoba menggeser paradigma pembangunan ekonomi desa: dari sekadar produksi menuju penciptaan nilai tambah. Fokus utamanya sederhana, tetapi strategis, membawa hasil ladang dan laut lebih dekat ke pasar dengan rantai nilai yang lebih adil bagi masyarakat desa.

Selama ini, kebijakan pembangunan desa sering menitikberatkan pada peningkatan produksi. Logikanya linear: produksi naik, pendapatan meningkat. Namun, pengalaman empiris menunjukkan bahwa peningkatan produksi tanpa pengolahan dan akses pasar yang memadai justru dapat menekan harga di tingkat petani. Desa bekerja lebih keras, tetapi memperoleh manfaat yang relatif sama, atau bahkan lebih kecil.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.