Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, persoalan pertanahan masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di Papua. Mulai dari administrasi pertanahan, pengelolaan ruang, hingga kepastian hak atas tanah masih membutuhkan perhatian serius.
Melalui pendidikan yang ditempuh di Politeknik Agraria STPN, Alfando berharap dapat membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, Alfando juga mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan kampus tersebut.
Menurutnya, kehidupan sebagai taruna mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
