Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Saat ini, pemasaran garam mampu mencapai sekitar satu ton per bulan dengan nilai ekonomi sekitar Rp25 juta setiap bulan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal tetap memiliki daya saing tinggi apabila didukung pengelolaan yang profesional dan akses pasar yang memadai.
Keberhasilan Desa Les dalam mengintegrasikan pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Pada 2024, Desa Sejahtera Astra Desa Les berhasil meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu harus bertumpu pada investasi besar atau eksploitasi sumber daya alam. Sebaliknya, pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan mampu menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan pedesaan, Desa Les menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat dapat dibangun dari kekuatan yang sudah dimiliki desa itu sendiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
