Malang, FHC – Wacana ketahanan pangan kini memasuki babak baru dalam konfigurasi epistemik pembangunan nasional. Hal ini mengemuka dalam gelaran Dialogista bertajuk “Pemuda dan Ketahanan Pangan: Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Nasional” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP UB) bekerja sama dengan Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN), Jumat (7/11/2025) di Aula Gedung Sentral Fakultas Pertanian UB, Malang.

Kegiatan ini menghadirkan tiga epistem aktor yang mewakili multi-level struktur sosial: akademisi kampus, aktor komunitas petani, dan representasi pemuda organisasi luar kampus, masing-masing Dr. Mochamad Syamsulhadi, S.P., M.P. (Ketua Departemen HPT FP UB), Heru Sutomo (Ketua P4S Restu Bumi), dan I Nyoman Sugidana (PP KMHDI 2023–2025). Diskursus dipandu oleh Tazkiyyah, mahasiswa FP UB semester 7.

Dalam perspektif akademik, Dr. Syamsulhadi menegaskan bahwa problem utama ketahanan pangan bukan semata persoalan angka anggaran, tetapi struktur kualitas aktor pelaksana di akar rumput.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.