Pemandangan tersebut menjadi simbol bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai teladan dalam membangun budaya hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Bagi Undana, Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi. Momentum ini dimaknai sebagai ruang refleksi untuk menilai kembali sejauh mana kontribusi universitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah.
Sebelum kegiatan dimulai, Prof. Jefri Bale melepaskan balon ke udara sebagai simbol harapan, optimisme, dan cita-cita yang terus tumbuh bersama perjalanan Undana. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti senam kebugaran yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa usia 64 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus diisi dengan evaluasi dan pembaruan. Menurutnya, masyarakat NTT menaruh harapan besar kepada Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk melahirkan solusi bagi berbagai persoalan daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
