Dorong Pariwisata Naik Kelas, Wagub NTT Ingin Mulut Seribu Punya Banana Boat dan Jetski!

Kupang, FHN – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Rote Ndao, khususnya destinasi unggulan Mulut Seribu, menjadi destinasi kelas dunia yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga meningkatkan daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Dalam kunjungan kerja ke Papela, Kecamatan Rote Timur, Selasa (9/12/2025), Wagub Johni memaparkan visi strategis bagaimana pengelolaan Mulut Seribu harus dioptimalkan melalui penambahan fasilitas modern seperti banana boat, jetski, serta wahana wisata lain yang mampu menambah pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat nilai ekonomi destinasi tersebut.

“Mulut Seribu harus dikelola dengan baik dan dilengkapi wahana hiburan seperti banana boat dan jetski agar bisa menarik lebih banyak wisatawan. Dan tentu pendapatan daerah akan meningkat,” tegas Wagub Johni kepada awak media usai meninjau langsung ke kawasan wisata.

Mulut Seribu, yang dikenal dengan keindahan garis pantai yang memukau serta ombak birunya yang eksotis, memiliki potensi besar sebagai wajah utama pariwisata Rote Ndao. Wagub Johni mengatakan bahwa dengan pengelolaan yang terintegrasi — antara fasilitas, layanan, dan promosi — destinasi ini bisa berkembang pesat layaknya kawasan wisata unggulan di Lombok, Bali, atau Labuan Bajo.

Menurutnya, pengembangan fasilitas olahraga air seperti banana boat dan jetski tidak hanya akan meningkatkan minat wisatawan untuk datang tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Penyewaan peralatan wisata air, kuliner lokal, jasa pemandu wisata, hingga cottage atau penginapan akan menjadi mata rantai ekonomi baru yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Wagub Johni menekankan bahwa pengembangan Mulut Seribu harus berbasis pada pemberdayaan masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi akan menggalang sinergi antara pemerintah kabupaten, pelaku usaha lokal, dan pelaku pariwisata untuk memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh warga Rote Ndao.

“Jika dikelola dengan baik, wisata ini tidak hanya menarik wisatawan domestik maupun mancanegara tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, seperti penyewaan perahu, kuliner lokal, penginapan, hingga industri kreatif,” tambahnya.

Rencana ini juga mencakup pemanfaatan sumber daya lokal dalam penyediaan jasa dan produk pariwisata, sehingga hasil ekonomi peningkatan kunjungan wisata tidak keluar dari komunitas tersebut.

Setelah meninjau Mulut Seribu, Wagub Johni melanjutkan agenda kunjungan ke SPPG Ofalangga, sebuah Sentra Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) yang diinisiasi oleh Yayasan Sasando Jaya Abadi. Di lokasi ini, Wagub menyaksikan langsung operasional fasilitas yang melayani lebih dari 3.100 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, serta peran UMKM lokal dalam memasok bahan pangan.

Wagub memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola SPPG Ofalangga karena telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan gizi anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial untuk antisipasi bencana kepada masyarakat di Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga di tengah dinamika tekanan ekonomi dan risiko bencana alam.

Kehadiran Wagub dan rencana pengembangan Mulut Seribu mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Para pelaku usaha kecil seperti warung makan, penyedia jasa perahu tradisional, serta pedagang oleh-oleh berharap bahwa peningkatan fasilitas di kawasan wisata ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan berujung pada peningkatan pendapatan mereka.

Seorang pelaku UMKM kuliner lokal, Maria Lidan menyatakan, “Dengan adanya wahana baru seperti banana boat dan jetski, kami yakin wisatawan akan semakin banyak datang. Ini artinya kami juga akan lebih banyak menjual produk dan jasa kami.”

Meskipun potensi pengembangan sangat besar, Wagub Johni juga mengakui bahwa transformasi Mulut Seribu menjadi destinasi wisata unggulan nasional tidak akan mudah. Perlu dukungan infrastruktur, pelatihan SDM pariwisata, serta kemitraan dengan sektor swasta untuk investasi fasilitas baru.

Wakil Gubernur menyatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk tim kerja lintas sektor untuk merumuskan rencana detail pembangunan dan manajemen destinasi pariwisata. Termasuk dalam perencanaan ini adalah:

Rencana pengadaan fasilitas olahraga air yang aman dan standar internasional

Studi kelayakan investasi dan dampak lingkungan

Program pelatihan bagi masyarakat untuk pelayanan wisata

Strategi promosi multimedia untuk pasar domestik dan mancanegara

Rencana pengembangan Mulut Seribu merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam menjadikan pariwisata sebagai motor utama perekonomian daerah. Dengan pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan kualitas layanan wisata, Wagub Johni optimis bahwa kawasan ini tidak hanya akan menjadi primadona baru di Indonesia tetapi juga menguatkan perekonomian lokal Rote Ndao secara berkelanjutan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.