Dua Remaja Ditangkap Terkait Tewasnya Sopir Pikap di Camplong, Tragedi yang Berawal dari Aksi Lempar Batu

FHC, Upaya cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus pelemparan batu yang menyebabkan meninggalnya seorang pengemudi mobil pikap di kawasan Hutan Camplong, Kabupaten Kupang, membuahkan hasil.

Tim gabungan Polres Kupang dan Polsek Fatuleu berhasil mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis yang menyita perhatian publik tersebut.

Kedua remaja berinisial MYR (16) dan AT (16) diamankan pada Jumat (26/6/2026) setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan intensif.

Penangkapan dilakukan di rumah masing-masing terduga pelaku di Desa Tolnaku dan Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu.

Kasus ini menjadi sorotan karena berujung pada meninggalnya Marvel Mbau, seorang pengemudi mobil pikap yang sedang melakukan perjalanan bersama istri dan anaknya.

Korban mengalami cedera fatal di bagian kepala setelah sebuah batu menghantam dirinya saat kendaraan melintas di Jalan Timor Raya, kawasan Hutan Camplong.

Pengungkapan Berbasis Keterangan Saksi dan Alat Bukti

Penyelidikan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan pembuktian yang sistematis. Polisi memeriksa delapan saksi yang diketahui berada bersama kedua remaja pada malam kejadian.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik memperoleh rangkaian informasi yang mengarah pada dugaan keterlibatan kedua remaja dalam aksi pelemparan terhadap kendaraan yang melintas.

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, menjelaskan bahwa penyidik tidak hanya mengandalkan pengakuan, tetapi juga mencocokkan keterangan para saksi dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Menurut hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula setelah para remaja tersebut berkumpul dan mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah teman mereka sebelum menghadiri pesta pernikahan di Desa Camplong II.

Sepulang dari pesta pada dini hari, salah satu terduga pelaku diduga sempat mengajak teman-temannya untuk melempar kendaraan yang melintas. Ajakan itu tidak mendapat respons dari rekan lainnya.

Detik-Detik Tragedi di Hutan Camplong

Sekitar pukul 03.00 WITA, kedua remaja diduga berhenti di tepi Jalan Timor Raya yang melintasi kawasan Hutan Camplong. Saat sebuah mobil pikap berwarna hitam melintas, keduanya diduga melempar batu kali berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa.

Batu tersebut masuk melalui kaca kendaraan yang dalam keadaan terbuka dan menghantam kepala bagian kanan korban yang sedang mengemudi.

Meski mengalami luka berat, Marvel Mbau masih sempat mengendalikan kendaraannya hingga ke bahu jalan sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Sang istri yang berada di dalam kendaraan bersama anak mereka yang masih berusia empat tahun segera meminta bantuan keluarga dan warga sekitar.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Naibonat sebelum dirujuk ke RSUD W.Z. Johannes Kupang karena kondisi yang semakin kritis.

Namun upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) akibat patah tulang tengkorak dan cedera berat pada bagian kepala.

Menunggu Proses Hukum Berjalan

Karena kedua terduga pelaku masih berusia di bawah umur, proses hukum yang dijalankan akan mengacu pada ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Di sisi lain, kasus ini memunculkan keprihatinan luas karena tindakan yang diduga dilakukan hanya dalam hitungan detik ternyata berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tindakan yang dianggap sebagai kenakalan remaja dapat berkembang menjadi tindak pidana serius dengan konsekuensi hukum yang sangat berat serta dampak sosial yang tidak dapat dipulihkan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.