Dua Tahun Menunggu Keadilan: Desakan PMKRI Tambolaka untuk Mengungkap Misteri Pembunuhan Weepangali

FHC, Dalam setiap kasus pembunuhan, keluarga korban tidak hanya kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka juga kerap harus menghadapi perjalanan panjang mencari keadilan. Ketika proses hukum berjalan lambat atau bahkan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas, luka yang ditinggalkan kejahatan itu menjadi semakin dalam.

Situasi inilah yang kini dirasakan keluarga almarhum GB (48), korban pembunuhan yang ditemukan tewas di ruas jalan penghubung Desa Weepangali dan Desa Lombu, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada 5 Juni 2024. Dua tahun telah berlalu sejak peristiwa itu terjadi, namun hingga pertengahan 2026, pelaku belum berhasil ditangkap.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan berbagai kalangan masyarakat sipil, termasuk Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Santo Agustinus Cabang Tambolaka “Paulus Ngailo”. Organisasi mahasiswa tersebut secara terbuka mendesak Polres Sumba Barat Daya untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus yang hingga kini belum menunjukkan kepastian hukum.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.