Antara Ketahanan Pangan dan Kelestarian Hutan

NTT saat ini menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Beberapa proyek strategis yang memanfaatkan lahan dalam skala besar membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi kehutanan.

Situasi ini menuntut adanya keseimbangan antara kebutuhan produksi pangan dan perlindungan lingkungan.

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan pada akhirnya akan menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang jauh lebih mahal.

Kerusakan daerah tangkapan air, degradasi lahan, meningkatnya risiko bencana, hingga hilangnya keanekaragaman hayati merupakan konsekuensi yang tidak bisa diabaikan.

Karena itu, legalitas pemanfaatan kawasan hutan harus dipandang sebagai instrumen perlindungan, bukan sekadar persyaratan birokrasi.

Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Dalam perspektif yang lebih luas, tugas BPKH tidak hanya berkaitan dengan peta, batas kawasan, atau dokumen perizinan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.