“El Niño umumnya mencapai puncaknya antara November hingga Januari, dan jika menguat, dampaknya bisa berlanjut ke tahun berikutnya,” tulis Carbon Brief dalam laporannya.
Teknologi Prediksi Semakin Akurat
Para peneliti dari University of Hawaii mengembangkan metode baru untuk memprediksi kekuatan El Niño dan La Niña hingga 15 bulan sebelumnya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters ini menggunakan kombinasi data suhu permukaan laut dan ketinggian permukaan laut sebagai indikator utama.
Penulis utama studi, Yuxin Wang, menjelaskan bahwa perubahan ketinggian permukaan laut mencerminkan akumulasi panas di Pasifik tropis yang menjadi pemicu utama fenomena tersebut.
“Kami menemukan bahwa model ini mampu memprediksi El Niño dan La Niña dengan akurasi yang cukup tinggi hingga sekitar 15 bulan ke depan,” ujar Wang.
Dampak Global Perlu Diantisipasi
Dengan prediksi El Niño yang kuat, berbagai negara di dunia diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak perubahan iklim, terutama di sektor pangan, air, dan kesehatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
