Dalam aksi yang diikuti lebih dari 235 pegawai tersebut, mereka mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka dan solidaritas untuk Neni.

Pernyataan Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti

Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti, Suwitno, menegaskan bahwa aksi tersebut adalah bentuk spontanitas akibat ketidakadilan yang dialami Neni.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat perlakuan yang tidak adil ini. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi pegawai yang diperlakukan semena-mena,” ujar Suwitno.

Neni Herlina berharap insiden ini membawa perubahan di lingkungan Kemendiktisaintek.

“Saya tidak ingin ada Neni-Neni lain yang harus mengalami hal seperti ini. Kami hanya ingin bekerja dalam suasana yang adil dan aman,” tuturnya.

Pemecatan ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi Kemendiktisaintek untuk memperbaiki manajemen internal dan memastikan keadilan bagi seluruh pegawainya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.