Wety menambahkan bahwa video tersebut sebenarnya diambil sejak Februari 2025, dan ia telah menghapusnya dari akun media sosialnya. Ia juga menyampaikan bahwa akun-akun yang menyebarluaskan ulang video tersebut sudah di luar tanggung jawabnya.

Pengajaran dari Insiden Ini

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pendidik bahwa media sosial bukan ruang netral untuk konten edukasi yang bersifat sensitif, meskipun berada dalam koridor kurikulum. Etika digital dan kehati-hatian menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap profesi guru.

Sebagai penutup, Wety menyampaikan bahwa ia menerima segala kritik dan saran dari masyarakat serta berjanji untuk lebih bijaksana dalam berbagi informasi ke depannya.

“Saya menerima kritik dan saran dari para netizen untuk kedepannya lebih berhati-hati,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.