Pada Mei 2026, kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan. Kenaikan harga terutama berasal dari komoditas cabai merah, bawang merah, tomat, dan beras.
Tekanan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus. Pertama, gangguan produksi akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah sentra pertanian. Kedua, berakhirnya masa panen raya yang menyebabkan pasokan mulai berkurang. Ketiga, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
Secara tahunan, inflasi kelompok pangan bergejolak meningkat cukup signifikan menjadi 6,24 persen dibandingkan 3,37 persen pada bulan sebelumnya.
Meski demikian, Bank Indonesia meyakini tekanan tersebut masih bersifat sementara dan dapat dikendalikan melalui penguatan sinergi bersama TPIP dan TPID, termasuk melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Program ini selama beberapa tahun terakhir terbukti efektif dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan melalui penguatan kerja sama antardaerah, operasi pasar, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Kenaikan Harga Energi Global Pengaruhi Tarif dan Transportasi
Sementara itu, kelompok *administered prices* atau harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,52 persen secara bulanan. Meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,69 persen, kelompok ini tetap menjadi salah satu penyumbang inflasi utama pada Mei 2026.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
