Selain itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 3,87 persen. Kenaikan tarif transportasi dan biaya distribusi barang diduga menjadi faktor yang turut memengaruhi tingginya inflasi di wilayah kepulauan seperti NTT.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya bahkan mencatat kenaikan tertinggi, yakni mencapai 14,84 persen. Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan harga pada berbagai layanan dan kebutuhan perawatan pribadi yang semakin dirasakan masyarakat sepanjang semester pertama tahun 2026.

BPS juga mencatat kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 2,04 persen. Sementara kelompok kesehatan naik 2,30 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran meningkat 2,36 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,08 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,61 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 0,90 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik tipis sebesar 0,20 persen.